Lintangmedia

Akurat, cepat dan terpercaya

Antisipasi Kelangkaan dan Penimbunan: Personel Polsek Belitang I Monitoring Ketat Stok serta Distribusi BBM di SPBU Mojosari

Antisipasi Kelangkaan dan Penimbunan: Personel Polsek Belitang I Monitoring Ketat Stok serta Distribusi BBM di SPBU Mojosari

 

Guna memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menjaga stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat, jajaran Polsek Belitang I terus mengintensifkan pengawasan pada objek vital nasional sektor energi. Pada Sabtu siang, unit patroli taktis dikerahkan untuk memantau langsung aktivitas pelayanan publik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah preventif ini diambil sebagai wujud deteksi dini guna mencegah antrean panjang, meminimalisir kepanikan warga (*panic buying*), serta menutup celah praktik kecurangan maupun penyalahgunaan niaga BBM.

 

## Patroli Dialogis dan Pengaturan Alur Kendaraan di Jalur Poros

 

Kegiatan monitoring dan patroli melekat ini dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB dengan menyasar titik rawan pemenuhan kebutuhan energi di wilayah hukum setempat. Operasi pengawasan di lapangan dilaksanakan oleh tiga personel piket fungsi Polsek Belitang I, yaitu Bripka Rudi Setiawan, S.E., Brigpol Nopriyadi Tikawari, dan Bripda YCS. Simamora.

 

Tim patroli memfokuskan pemantauan pada **SPBU BK 9 yang berada di Desa Mojosari, Kecamatan Belitang**. Dalam peninjauan tersebut, fasilitas pengisian BBM dilaporkan berada dalam status **BUKA** dan beroperasi secara normal melayani masyarakat.

 

Kehadiran personel kepolisian di lokasi ditujukan untuk membantu memetakan kelancaran alur keluar-masuk kendaraan, mengedukasi para pengendara agar mengantre secara tertib guna menghindari kemacetan di bahu jalan poros, serta memastikan situasi operasional berjalan dengan aman.

 

## Penegasan Aturan Hukum: Larangan Keras Mengisi Wadah Jeriken

 

Di sela-sela pemantauan arus pengisian bahan bakar, Bripka Rudi Setiawan bersama anggota memberikan imbauan kamtibmas yang bersifat tegas dan mengikat kepada pihak manajemen, pengelola, maupun karyawan/operator SPBU. Petugas menekankan agar pihak SPBU berkomitmen penuh mematuhi regulasi niaga migas dengan tidak melayani atau menjual BBM bersubsidi maupun penugasan kepada konsumen yang menggunakan wadah penampung berupa jeriken tanpa izin resmi. Langkah ini krusial diterapkan demi mengantisipasi adanya praktik pelangsiran atau spekulasi penimbunan ilegal di tingkat pengecer.

 

## Koordinasi Melekat Terkait Ketepatan Waktu Distribusi Pertamina

 

Berdasarkan kompilasi data dan hasil koordinasi di lapangan, jajaran Polsek Belitang I mencatat dua poin penting dalam pemeliharaan stabilitas stok energi wilayah:

 

* **Ketepatan Waktu Pasokan:** Kepolisian berkoordinasi secara berkala dengan pihak pengelola SPBU agar pengiriman pasokan BBM dari depo Pertamina ke wilayah Belitang tetap diusahakan tepat waktu demi memperkecil potensi kekosongan stok yang dapat memicu keresahan publik.

* **Sinergitas Pemantauan Stok:** Polsek Belitang I akan terus melakukan monitoring perkembangan situasi harian secara konsisten serta melakukan kroscek data terkait volume ketersediaan stok dan kuota pengiriman bahan bakar yang diterima dari Pertamina.

 

Seluruh rangkaian kegiatan patroli dan monitoring ketersediaan BBM ini selesai dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB. Berkat kesiapsiagaan personel di lapangan dan kepatuhan operator dalam menjalankan regulasi, alur pelayanan di SPBU Desa Mojosari berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya antrean panjang yang mengular, serta ditutup dalam situasi yang sepenuhnya aman, tertib, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *