Jaga Kondusivitas Wilayah: Polsek Belitang I Gelar KRYD Siang Hari dan Patroli Mitigasi Sungai
Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memantau perkembangan situasi lingkungan di wilayah hukumnya, jajaran Polsek Belitang I kembali mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Pada Selasa siang, kepolisian melakukan patroli gabungan yang mengombinasikan pengawasan tindak pidana jalanan dengan deteksi dini bencana alam. Langkah terintegrasi ini diambil untuk memberikan rasa aman yang menyeluruh bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian mereka.
Pengawasan Kamtibmas di Pusat Pemukiman dan Pemantauan Debit Air Sungai
Operasi preventif yang berlangsung selama dua jam penuh, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini, menyasar tiga desa strategis, yaitu Desa Gumawang, Desa Sidodadi, dan Desa Gedung Rejo. Dalam giat kali ini, tim patroli membagi fokus penanganan ke dalam enam agenda utama, termasuk patroli jalan raya, penyisiran daerah rawan kriminalitas, serta antisipasi aksi kejahatan jalanan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor).
Selain berfokus pada sisi kamtibmas, personel bergerak taktis menuju bantaran sungai untuk melaksanakan patroli mitigasi bencana alam. Petugas melakukan pengecekan langsung terhadap ketinggian debit air di aliran Sungai Belitang. Langkah deteksi dini ini dinilai sangat penting untuk memastikan stabilitas volume air tetap dalam batas aman, sekaligus meminimalisir risiko banjir kiriman yang dapat mengancam kawasan pemukiman warga di sekitar bantaran.
Pendekatan Dialogis Humanis dan Laporan Hasil Operasi yang Kondusif
Di sepanjang rute operasi, jajaran petugas aktif melakukan pendekatan dialogis dengan menyampaikan himbauan kamtibmas dan edukasi tertib berlalu lintas secara humanis kepada para pengendara serta warga setempat. Pengamanan ini diperkuat oleh tiga personel sigap Polsek Belitang I, yakni Aiptu Junigus Mulyono, S.H., Aiptu Tandian, dan Bripda Riyan Apiv S.
Berdasarkan pemeriksaan selektif dan pengawasan melekat di lapangan, tim melaporkan tidak ditemukannya indikasi praktik premanisme, peredaran minuman keras (miras), maupun penyalahgunaan narkoba. Wilayah hukum Belitang I juga dipastikan aman dari kepemilikan senjata tajam (sajam) serta senjata api (senpi) ilegal. Kepatuhan berkendara masyarakat pun terpantau sangat baik, dengan nihilnya temuan kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) tanpa dokumen resmi (bodong). Hingga giat siang ini berakhir, situasi di ketiga desa dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan sepenuhnya terkendali.
















Leave a Reply