Sinergi Polsek Belitang I dan Jemaat HKBP dalam Menjaga Kekhusyukan Ibadah
Menjaga Gerbang Ibadah dengan Kewaspadaan dan Senyuman
OKU TIMUR – Matahari tepat berada di atas kepala saat lonceng Gereja HKBP Desa Bedilan, Kecamatan Belitang, mulai melambat dentangnya. Di balik pagar gereja, tampak empat personil kepolisian dari Polsek Belitang I berjaga dengan sigap namun tetap ramah menyapa setiap jemaat yang datang.
Pada Minggu (10/05/2026), kegiatan rutin bertajuk “Minggu Kasih” kembali digelar. Program ini bukan sekadar pengamanan biasa, melainkan jembatan komunikasi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam menciptakan rasa aman saat menjalankan kewajiban spiritual.
Kehadiran 125 Jemaat dan Kepemimpinan Spiritual Pendeta Gentina Manalu
Suasana di dalam gereja terasa begitu khidmat. Di bawah bimbingan rohani Pendeta Gentina Manalu, kurang lebih 125 jemaat larut dalam doa dan puji-pujian. Di luar ruangan, AIPTU Tandian bersama tiga rekannya—AIPDA Anderi Alfani, BRIPKA Kuspiri, dan BRIPDA Riyan Apiv S—menjadi “perisai” yang memastikan ketenangan tersebut tidak terusik.
Fokus pengamanan tidak hanya pada orang, tetapi juga aset masyarakat. Personil kepolisian bersama perwakilan jemaat bahu-membahu mengawasi area parkir untuk mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor.
Komitmen Kamtibmas: Berakhir dengan Situasi Kondusif
Tepat pukul 11.30 WIB, rangkaian ibadah resmi berakhir. Satu per satu jemaat meninggalkan lokasi dengan raut wajah tenang. Kehadiran Polri di tengah-tengah kegiatan keagamaan ini terbukti efektif memberikan rasa nyaman yang nyata.
”Tugas kami bukan hanya menjaga fisik bangunan, tapi memastikan ketenangan hati setiap warga yang sedang beribadah,” ujar salah satu personil di lapangan.
Hingga seluruh jemaat kembali ke rumah masing-masing, situasi di Desa Bedilan dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif. Sinergitas ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian dan tokoh agama adalah kunci utama terpeliharanya Kamtibmas di wilayah hukum OKU Timur.












Leave a Reply